Alhamdulillah acara Maulid yang di selenggarakan Majlis Tabassam bekerja sama dengan GOBET bertempat di mabes Tabassam, samping Musala Nurul Huda, Ujung Harapan, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Acara ini dihelat pada hari Sabtu, tanggal 23 November 2019 M, bertepatan dengan tanggal 26 Rabiul Awal 1441 H, mulai pukul 20.00 sampai dengan selesai berjalan dengan lancar..
Acara ini dihadiri oleh sekitar 500 jamaah yang terdiri atas para ulama, masyarakat umum, dan perwakilan santri Pondok Pesantren Attaqwa Putra. Di antara yang hadir adalah Ustaz H. Husni Mubarok dari Kampung Rambutan (guru pembimbing Majlis Tabassam), Ustaz H. Adib Sholeh (Al-Hafiz), H. Nururrohman Amin Noer, Ustaz H. Munzir Tamam Noer, Ustaz H. Abd. Wadud, Ustaz H. Lukmanul Hakim (Ketua Karisma 96), Ustaz Abi Bakri dari Gabus (Pimpinan Majlis Nurul Islam), Ustaz Firdaus dari Jakarta, dan lain-lain. Hadir sebagai penceramah yaitu KH Ahmad Zubair Dasuki, M. Si.
Acara dimulai pada pukul 20.00 WIB. dengan pembacaan surah alfatihah oleh Ustaz H. Husni Mubarok. Para guru dan para kiai serta orang-orang yang telah meninggal dunia yang memiliki kekerabatan dengan Majlis Tabassam dan GOBET disebut dan dikirimkan pahala surah alfatihah.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan surah yasin, ratibulhaddad, dan zikir. Pembacaan yasin dipimpin oleh Ustaz H. Adib Soleh (Al-Hafiz), pembacaan ratibulhaddad dipimpin oleh Ustaz H. Husni Mubarok, dan zikir dipimpin oleh Ustaz H. Munzir Tamam Noer.
Tepat pukul 21.00 WIB acara dilanjutkan dengan pembacaan salasilah yang dipimpin oleh Ustaz Faisal dan rekannya dari Jakarta. Pembacaan salasilah diiringi tepukan hadrah dari Majlis Nurul Islam pimpinan Ustaz Abi Bakri dari Gabus.
Acara selanjutnya dibawakan oleh H. Lukmanul Hakim (Ketua Karisma 96). Selaku MC, beliau mempersilakan pengisi tausiyah pertama, yaitu Ustaz H. Husni Mubarok (pengasuh Majlis Tabassam).
Di antara petikan isi tausiyah beliau adalah sebagai berikut:
PERTAMA
Harta kita, sebanyak apa pun yang kita miliki, tidak ada gunanya bila kita tidak takut kepada Allah SWT.
KEDUA
Alquran mengatakan bahwa segala apa yang diupayakan manusia, semuanya akan kembali kepada manusia. Jika keburukan yang kita lakukan, semua keburukan itu kembali kepada kita. Jika kita melakukan kebaikan, kebaikan itu akan kembali kepada kita. Semua yang Allah SWT berikan kepada kita akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT.
KETIGA
Selain hadir di majlis maulid dan menikmati aneka hidangannya, banyak hikmah yang bisa kita ambil dari maulidnya nabi kita, Nabi Muhammad SAW. Di antaranya adalah kita mengetahui kisah kehidupan nabi kita. Kita juga harus meneladani ibadah beliau. Tiada guna kita menghadiri acara maulid jika salat subuh kita tinggalkan.
KEEMPAT
Sekaranglah saatnya kita mengenal nabi kita, Nabi Muhammad SAW. Dalam maulid diba yang tadi dibacakan, dikisahkan tentang kehidupan nabi kita yang luar biasa. Ketika Nabi Musa AS mampu mengeluarkan air dari batu, Nabi kita mampu mengeluarkan air dari jari-jarinya. Ketika Nabi Isa AS mampu menghidupkan orang mati, daging beracun berbicara kepada Nabi kita dan mencegahnya untuk memakannya.
KELIMA
Sekarang banyak orang pintar, tetapi mereka melupakan syariat nabi kita, Nabi Muhammad SAW.
Di dalam musnad Imam Ahmad dikatakan bahwa suatu saat Nabi bertanya kepada para sahabatnya tentang "muflis" atau "orang yang bangkrut." Para sahabat menjawab bahwa orang yang bangkrut adalah orang yang tidak memiliki harta benda. Nabi bersabda, "Orang bangkrut dari umatku adalah orang yang membawa pahala salat, pahala zakat, pahala puasa, pahala zakat, dan pahala-pahala lainnya, tetapi lidahnya jahat, itulah orang yang muflis."
Artinya, kita harus berhati-hati berkaitan dengan lidah kita. Jangan sampai kita merasa kita lebih baik dari orang lain sehingga kita sering menghina, mencaci, dan mencela orang lain. Jangan sampai kita merusak kehormatan orang lain. Jangan sampai urusan sesama manusia tidak kita perhatikan.
KEENAM
Nabi kita memiliki akhlak yang mulia luar biasa. Beliau sangat tawadhu. Ini harus kita tiru.

Tausiyah kedua disampaikan oleh KH A. Zubair Dasuki, M. Si, Kepala MTS Attaqwa Pusat Putra, Pondok Pesantren
Di antara isi tausiyah beliau yaitu:
1. Kehadiran kita di majlis ini adalah bukti kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW. Namun, cinta tanpa pengorbanan ibarat cinta bertepuk sebelah kanan atau ibarat cinta kucing.
2. Ummu Sulaim, istri Abu Tolchah, sahabat Nabi, selalu mengikuti suaminya berangkat berperang. Bahkan, ia tetap ikut berperan saat ia tengah hamil enam bulan. Pada Perang Hunain yang tidak seimbang -- jumlah kaum Muslimin lebih sedikit daripada kaum kafir, Abu Tolkhah terluka. Ummu Sulaim mengencangkan angkinnya. Ia pun mengayunkan pedangnya melawan musuh. Tindakan Ummu Sulaim membangkitkan semangat kaum Muslim. Akhirnya, kaum Muslim memenangkan perang tersebut.
"Demi engkau ya Rasulullah, aku rela melakukan apa saja," demikian ucap Ummu Sulaim saat perang tersebut.
3. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengorbankan diri kita kepada Nabi Muhammad SAW? Jika kita ingin membuktikan cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW, laksanakanlah wasiat Nabi di akhir hayatnya, yaitu melaksanakan salat.
Dalam surah Thaha ayat 131-132, Allah SWT berfirman bahwa orang yang baik salatnya, akan Allah SWT jamin rezekinya.
4. Jangan mengaku umat Nabi, jangan mengaku cinta Nabi, jika kita tidak melaksakan salat lima waktu. Allah SWT dan para malaikat bersalawat kepada Nabi, apalagi kita. Mulailah kita perbaiki salat kita dari sekarang.
5. Suatu hari Rasulullah SAW mengadakan blusukan bersama Abu Bakar RA.Beliau bertemu seorang petani yang tangannya kotor. Petani itu bergegas pergi mencari air untuk mencuci tangannya agar bisa bersalaman dengan Nabi. Namun yang terjadi, Nabi menyalami orang tersebut. Ini adalah tangan yang baik karena menanam itu amat bermanfaat.
6. Kalau memang kita cinta Nabi, ayo kita tiru akhlak Nabi kita! Jadilah orang yang akhlaknya baik kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.
Tepat pukul 23.00 WIB, tausiyah kedua selesai. Acara pun ditutup dengan doa wahbah yang dipimpin oleh KH Kamaluddin Ridho dan doa penutup oleh Ustaz H. Abd. Wadud.
2. Ummu Sulaim, istri Abu Tolchah, sahabat Nabi, selalu mengikuti suaminya berangkat berperang. Bahkan, ia tetap ikut berperan saat ia tengah hamil enam bulan. Pada Perang Hunain yang tidak seimbang -- jumlah kaum Muslimin lebih sedikit daripada kaum kafir, Abu Tolkhah terluka. Ummu Sulaim mengencangkan angkinnya. Ia pun mengayunkan pedangnya melawan musuh. Tindakan Ummu Sulaim membangkitkan semangat kaum Muslim. Akhirnya, kaum Muslim memenangkan perang tersebut.
"Demi engkau ya Rasulullah, aku rela melakukan apa saja," demikian ucap Ummu Sulaim saat perang tersebut.
3. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mengorbankan diri kita kepada Nabi Muhammad SAW? Jika kita ingin membuktikan cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW, laksanakanlah wasiat Nabi di akhir hayatnya, yaitu melaksanakan salat.
Dalam surah Thaha ayat 131-132, Allah SWT berfirman bahwa orang yang baik salatnya, akan Allah SWT jamin rezekinya.
4. Jangan mengaku umat Nabi, jangan mengaku cinta Nabi, jika kita tidak melaksakan salat lima waktu. Allah SWT dan para malaikat bersalawat kepada Nabi, apalagi kita. Mulailah kita perbaiki salat kita dari sekarang.
5. Suatu hari Rasulullah SAW mengadakan blusukan bersama Abu Bakar RA.Beliau bertemu seorang petani yang tangannya kotor. Petani itu bergegas pergi mencari air untuk mencuci tangannya agar bisa bersalaman dengan Nabi. Namun yang terjadi, Nabi menyalami orang tersebut. Ini adalah tangan yang baik karena menanam itu amat bermanfaat.
6. Kalau memang kita cinta Nabi, ayo kita tiru akhlak Nabi kita! Jadilah orang yang akhlaknya baik kepada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.
Tepat pukul 23.00 WIB, tausiyah kedua selesai. Acara pun ditutup dengan doa wahbah yang dipimpin oleh KH Kamaluddin Ridho dan doa penutup oleh Ustaz H. Abd. Wadud.
Demikian rangkuman acara Maulid Nabi Muhammad Saw yang dapat di petik, ucapan terimakasih yang tak terhingga kami ucapkan kepada teman-teman Majlis Tabassam dan GOBET khususnya..
Semoga niat ikhlas partisipasi support teman² di Kobul dan kelak dijadikan umat Baginda Rasulullah..
Wassalam









